|
 Keajaiban Kasih Karunia Tuhan Oleh: John Adisubrata
'Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalamkandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyatdan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.' (Mazmur 139:13-14)
Marilah kita telusuri sejenak kehidupan seorang anak Tuhan dari kotaBrisbane, Australia, agar kita dapat mensyukuri SEMUA kelebihan-kelebihan yang telah Tuhan karuniakan KHUSUS kepada kita.
Sekilas hidup pemuda yang berumur 24 tahun ini pasti akan membuat Anda terpesona mengagumi kasih Tuhan, sebab setiap umat ciptaan-Nya harus mengambil keputusan sendiri di dalam menyadari tujuan hidupnya sebagai alat yang sudah dipilih untuk kemuliaan Nama dan Kerajaan Tuhan,apapun keadaannya.
Sesuai dengan firman-Nya (Efesus 1:4-5;Galatia1:15-16), tidak ada seorang pun yang kebetulan lahir, atau hadir didunia ini tanpa suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya.
Namanya Nick Vujicic. Ia bermukim di salah satu 'suburb' kota Brisbaneyang letaknya tepat bersebelahan dengan daerah dimana kami bertempat-tinggal. Karena itu kadang kala kami berpapasan di dalam shopping centre(s) setempat.
Pada waktu berhadapan muka dengannya, saya selalu berusaha untuk tidak menatap matanya, bahkan berpura-pura seolah-olah tidak melihatnya,dengan harapan, agar ia tidak merasa sebagai pusat perhatian orang-orang.
Saya tidak mengetahui latar belakang Nick sampai pertengahan bulan Oktober 2004 yang lalu, ketika ia diundang untuk pertama-kalinya sebagai tamu terhormat gereja kami, untuk memberikan khotbah diselingi kesaksian hidup yang malam tersebut dapat menyebabkan hati nurani setiap pendengarnya merasa tertegur sekali.
Dengan 'berdiri'sambil 'berjalan' kian kemari di atas panggung tambahan altar gereja,Nick memulai kisah perjalanan hidupnya. Sepanjang penyajiannya ia selalu memperlihatkan sikap positif yang mengagumkan, dan karena orangnya kocak sekali, para hadirin mau tak mau tertawa terpingkal-pingkal pada waktu mendengar dan menyaksikan tingkahlakunya, meskipun bola-bola mata mereka terlihat lembab digenangi oleh airmata.
Terus terang saja, malam itu saya sendiri tidak dapat memutuskan tindakan yang harus saya lakukan, apakah saya mau menangis, atau haruskah saya ikut tertawa dengan jemaat yang lain? Memperhatikan wajah mudanya yang amat tampan untuk pertama-kalinya, saya dapat melihat sinar kedewasaan di dalam Kristus yang berkilauan terang terpancar keluar dari dalam dirinya, melalui wajah tersenyum-simpul berlesung pipit yang dapat menyentuh dan menimbulkan rasa haru di dalam hati.
Dengan mempergunakan kefasihan bakat yang sangat mengherankan, Nick mengingatkan kami semua, bahwa kita sebagai umat-Nya, tidak seharusnya menggerutu atas perasaan kekurangan-kekurangan yang kita miliki, tetapi selalu memakai segala kenyataan kelebihan-kelebihan karunia Tuhan, untuk melaksanakan amanat agung-Nya.
Pada masa pertumbuhannya sebagai anak seorang pendeta sebuah gereja tradisional di Melbourne, Australia, Nick merasa bahwa doa-doanya tidak pernah mendapat jawaban dari Tuhan. Sedari kecil ia harus tabah menghadapi berbagai-macam tantangan, baik di sekolah maupun ditempat-tempat umum. Saat itu ia tidak bisa mengerti, mengapaTuhan mengijinkan 'hal-hal seburuk itu' menimpa hidupnya.
Ia berpikir:"Jika Tuhan mengasihi aku, mengapa Ia membiarkan diriku menanggung penderitaan sebesar ini?" Seringkali ia mempertanyakan keberadaan Tuhan,terutama mengenai kebenaran kasih-Nya.
Nick lahir di kota Melbourne, pada tanggal 4 Desember 1982.
Seruan: "Puji Tuhan!" adalah kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulut ayah, atau keluarganya, pada saat Nick menghirup udara segar untukpertama-kalinya di atas ranjang rumah sakit. Umumnya, ibu-ibu yang baru saja melahirkan selalu mempunyai keinginan untuk segera memeluk dan mencium bayi-bayi mereka seketika itu juga.
Tetapi hal itu tidakterjadi pada saat kelahiran Nick! Penuh kekecewaan, ibunya langsung memerintahkan para perawat rumah sakit untuk membawa Nick keluar dari dalam kamarnya. Mereka sekeluarga amat tertegun melihat keadaannya.Bahkan dokter-dokter di situpun terpana, tidak dapat menerangkan kepada mereka, sebab-musabab medis kelahiran Nick yang amat berbeda dengan kelahiran bayi-bayi lain pada umumnya. (hanya kepala & badan)
Seluruh keluarga, dan juga jemaat gereja yang digembalakan oleh ayahnyatidak bersukacita, tetapi malah bersedih hati atas kehadirannya didunia.Mereka menangis tersedu-sedu, pada waktu ayah Nick menyuruh pamannya, pada acara ibadah di hari Minggu sesudah kelahirannya,untuk membacakan di atas altar Yohanes 9 :
1 Now as Jesus passed by, He saw a man who was blind from birth. 2 And His disciples asked Him, saying, “Rabbi, who sinned, this man or his parents, that he was born blind?” 3 Jesus answered, “Neither this man nor his parents sinned, but that the works of God should be revealed in him.
Pamannya berusaha untuk mengerjakan permintaan ayahnya, tetapi di balik sedu sedan jemaat yang hadir di situ, sepatah katapun tidak dapat keluar dari dalammulutnya.
Seperti keluhan-keluhan Nick semenjak kecil, mereka bertanya-tanya: "Jika Tuhan Mahakasih, mengapa Ia mengijinkan hal seperti ini terjadi,dan justru menimpa keluarga orang-orang Kristen yang hidup penuhpengabdian?"
Mula-mula ayah Nick memperkirakan, bahwa anaknya ini tidak akan dapat bertahan hidup lama. Tetapi ternyata Nick membuktikankepada mereka semua, bahwa meskipun keadaannya seperti itu, ia adalah seorang bayi yang sehat bagaikan bayi-bayi lain pada umumnya. Kenyataan tersebut menyebabkan mereka menjadi bimbang dan kuatir sekali, ketika mereka mulai memikirkan masa depan Nick.
Pada saat itu tantangan terbesar bagi iman keluarga pengikut Kristus yang setia ini adalah ...meragukan kedaulatan Tuhan di dalam setiap perkara.Melalui waktu berbulan-bulan lamanya penuh genangan tetesan-tetesanairmata kesedihan yang tak terlukiskan, mereka terus mempertanyakan 'nasib' hidup mereka kepada Tuhan.
Sampai akhirnya Roh Kudus memberikan wahyu khusus untuk menyadarkan mereka, bahwa dari awalnya Ia sudah memperlengkapi mereka sekeluarga dengan suatu iman yang teguh,kebijaksanaan dan keberanian di dalam menghadapi masa depan tak menentu yang harus mereka lalui bersama-sama.
Ketika Nick memulai pendidikannya di sekolah, ia selalu berusaha untuk 'hidup' seperti anak-anakyang lain, meskipun dari awalnya, ia harus menghadapi penolakan-penolakan,ejekan-ejekan, bahkan gertakan-gertakan teman-teman sebayanya.Kasih yang murni disertai dukungan moral kedua orang tuanya saja, yang akhirnya dapat membantu membentuk sikapnya, sehingga ia mampu menghadapi dan memenangkan masa-masa sulit penuh perjuangan tersebut.
Perlahan-lahan teman-teman di sekolahnya mau menerima Nick seperti apa adanya, sebagai salah seorang pelajar yang setaraf di antara mereka. Dan tidak lama sesudah itu, Tuhan mulai memberkatinya dengan mengirimkan banyak sahabat-sahabat baru, yang dapat menemani dan menghibur dia dari rasa kesepian, dan penolakan-penolakan yang pernah diderita olehNick sebelumnya.
Di sekolah minggu gereja ayahnya, Nick belajar, bahwa Tuhan selalumengasihi dan memelihara semua orang. Tetapi pikiran kanak-kanaknya mempertanyakan ajaran tersebut, yang menurut pendapatnya, melihat nasib dan keadaannya sendiri, sukar untuk dapat dipercayai begitu saja. Apalagi ayat Alkitab yang mengatakan, bahwa ia dilahirkan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, seperti tertera di Kitab Kejadian 1:26. 26 Then God said, “Let Us make man in Our image, according to Our likeness; let them have dominion over the fish of the sea, over the birds of the air, and over the cattle, over all[b] the earth and over every creeping thing that creeps on the earth.”
Ia mempertanyakan keseriusan dan kebenaran firman tersebut. Nick menyadari, bahwa di antara semua teman-temannya, dirinya sendiri yang tampak paling janggal, begitu janggal, membuat ia merasa sedih dan putus asa sekali.
Menjelang peralihan umur belasan tahun, Nick mulai kehilangangairah hidupnya. Benak pikirannya mendapat serangan depresi berat yang amat menguatirkan semua anggota keluarganya. Karena merasa dirinya benar-benar tidak berharga, terutama melihat bahwa sepanjang hidupnya ia akan selalu menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya, Nick percaya, jalan keluar yang terbaik untuk mereka semua adalah ...jika ia secepatnya pergi meninggalkan dunia yang fana ini!
Nick berhasrat untuk mengakhiri semua penderitaan tersebut, dengan mengakhiri hidupnya dalam usia amat dini! Melalui dukungan-dukungan doa, moral dan nasihat-nasihat bijak keluarganya, akhirnya mereka dan Nick dapat memenangkan peperangan rohani yang sedang berlangsung di dalam benak pikiran pemuda itu.
Sekarang melihat kembali seluruh perjuangan-perjuangan di masa lalunya,ia amat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mengaruniakan kepadanya orang tua dan keluarga kristiani yang selalu teguh berdiri disampingnya, yang selalu bersedia memberikan penghiburan-penghiburanyang dibutuhkannya, pada saat-saat kritis tersebut.
Sepanjang masa pertumbuhan Nick, Tuhan tidak pernah berhenti mempersiapkan hatinya, serta mengajar dirinya untuk selalu berserah,mendahulukan dan menjadikan Dia pusat kehidupannya. Salah satu dariwahyu-wahyu yang Tuhan nyatakan kepadanya adalah sikap yang bersyukur.
Pada waktu Nick mencapai usia yang ke 15, ketika ia membaca Injil Yohanes 9, ia mendapat jamahan khusus dari Roh Kudus. Untuk pertamakalinya Nick memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.
Pernyataan Yesus mengenai orang yang dilahirkan buta, agar"pekerjaan-pekerjaan Allah dapat (harus) dinyatakan di dalam dia"merupakan suatu wahyu pribadi dari Roh Kudus yang langsung dapatmembuka mata hatinya! Nick yakin, Tuhan akan segera menyembuhkan dan memulihkan dia, agar ia bisa menjadi saksi-Nya yang absah mengenai kuasa-Nyayang ajaib dan luar biasa.
Tetapi ia juga menerima hikmat surgawi untuk mengerti, bahwa semua doa-doanya hanya akan dijawab sesuai denganwaktu yang sudah ditentukan oleh Tuhan saja. Dan jika keinginannya tersebut bukan menjadi kehendak-Nya, ia yakin, bahwa Tuhan mempunyai suaturencana lain yang jauh lebih indah lagi baginya.
Bertentangan dengan dugaan, perkiraan dan penganalisaan semua orang yang baru melihatdia untuk pertama kali, ternyata Nick adalah seorang pemuda yangsangat cerdas dan berhasil dalam semua pelajaran-pelajaran sekolahnya.
Ketika ia menginjak umur 21 tahun, Nick sudah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya, dan diwisuda sebagai seorang Sarjana Ekonomijurusan 'Financial Planning and Accounting'.
Ia tidak langsung mencari pekerjaan atau memulai kariernya di bidang tersebut, karena ternyata Tuhan sedang mempersiapkan suatu tugas yang jauh lebih berguna dan mulia, yang sudah ditentukan khusus untuknya sebelum Nick dilahirkan."Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk membrikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)
Suatu bakat yang unik mendadak tampil dari dalam diri Nick. Sebuah bakat karunia Tuhan yang tidak pernah diduga sebelumnya, baik oleh keluarganya, maupun oleh Nick sendiri!Sikap, tingkah laku dan perkataan-perkataannya dengan mudah dapat mempengaruhi jiwa, membakar semangat, dan membangkitkan rasa percaya diriorang-orang yang berada di sekitarnya.
Menyadari karunia Tuhan yang khas untuknya tersebut, baru-baru ini Nick mengikuti pendidikan khusus di Amerika Serikat untuk menjadi seorang 'Motivational Speaker', yang dapat diselesaikan olehnya dalam waktu singkat, dengan hasil yang gemilang.Karena semua pergumulan-pergumulan emosional yang pernah dialaminyaberkaitan dengan kasus-kasus diskriminasi, kesepian, penolakan-penolakan dan 'bullying' oleh teman-teman sekolahnya, yang hampir menghancurkan citra dirinya, dan yang menyebabkan ia kehilangan rasa harga diriyang sehat, Tuhan menanamkan di dalam hatinya suatu kerinduan untuk menolong, memperingati dan memberkati orang-orang lain yang sedang dilanda krisis identitas, bahkan mereka yang sudah mengenal Kristus.
Memakai pengalaman-pengalamannya sebagai dasar pokok pembicaraan,ia ingin mengajar para pendengarnya untuk membiarkan kuasa Tuhan bekerja secara mutlak di dalam hidup mereka, agar rencana-rencana-Nya dari semula saja yang terlaksana, dan bukan membiarkan kuasa-kuasa lain yang menentukannya. Nick ingin menjadi inspirasi bagi orang-orang lain agar mereka dapat hidup dengan potensi yang penuh, dan tidak membiarkan tantangan-tantangan hidup menghalangi harapan dan impian mereka.
Kalau Tuhan dapat mengubah persepsi negatif awal hidup Nick yang penuh dengan penderitaan, menjadi hidup di dalam kemenangan-Nya, Tuhan pasti akan melakukan hal yang sama untuk mereka!
Sekarang melalui pelayanan-pelayanan yang telah dipercayakan olehTuhan kepadanya, Nick mengerti akan semua wahyu-wahyu yang sudah diterima pada masa pertumbuhannya. Suatu pelayanan yang hanya dapat dikerjakan oleh Nick, dipercayakan kepadanya, seperti pernyataan Tuhan Yesus sendiri di Yohanes 9:3, bahwa pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan didalam dia.
Selain memberikan penyajian, khotbah dan kesaksian hidup digereja-gereja, pelayanannya juga menjangkau para generasi muda disekolah-sekolah dasar, menengah, bahkan sekolah-sekolah tinggi diseluruh Australia, sebagai seorang tamu pembicara untuk membangun rasa percaya diri para pendengarnya melalui topik-topik yang dapat menantang kehidupan mereka. Pelayanannya di sekolah-sekolah berhasil mengurangi kasus-kasus bunuh diri yang sering terjadi di antara muda-mudibelasan tahun negara Kangguru ini.
Tidak jarang Nick mendapat undangan untuk memberikan penyajian-penyajian yang sama di perusahaan-perusahaan besar di sana, sebagai salah satu topik 'training course' untuk memacukan taraf produksi mereka, melalui peningkatan rasa percaya diri para pegawainya.
Akhir-akhir ini Nick Vujicic mempunyai rencana-rencana RAKSASA bagi masa depannya. Selain ingin menjadi seorang tamu pembicara bertaraf internasional yang pergi mengelilingi dunia, baik memberikan penyajian untuk masyarakat kristiani maupun tidak, ia jugamempunyai tujuan agar bisa mandiri secara finansiil dalam usia yang ke 25,melalui investasi-investasi di bidang 'real estate'.
Nick juga mengharapkan, agar dalam waktu dekat ia dapat mengendarai mobil sendiri, yang masih harus dikaryakan sesuai dengan keperluannya.Angan-angan raksasa lainnya yang ingin sekali diraih olehnya adalah:Menjadi seorang penulis buku-buku 'bestseller' yang dapat menjamah dan mengubah kehidupan para pembacanya di seluruh dunia.
Dan ambisi termuluk Nick yang masih diimani olehnya adalah tampil diacara televisi paling laris di Amerika Serikat: 'Oprah Winfrey Show',suatu acara 'lounge interview' tersukses masa kini. Ia ingin sekali diwawancarai secara pribadi oleh Oprah Winfrey, Nick berharap, agar ia dapatmembagikan firman Tuhan melalui kesaksian hidupnya ditonton olehberjuta-juta pemirsa, bukan hanya di negara itu saja, tetapi juga di seluruhdunia.
HIDUP TANPA BATAS-BATAS
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatankepadaku." (Filipi 4:13)
Secara fakta ambisi-ambisi Nick tampak terlalu muluk, amat sulit untuk dapat diraih begitu saja oleh seorang seperti dia, yang mempunyai banyak rintangan-rintangan jasmani. Tetapi sekarang, semenjak Tuhan menyatakan diri-Nya dalam hidup Nick, ia mempunyai iman dan pandangan yang amat berbeda, yang positif sekali. Ia yakin semuanya akan dapat dicapai olehnya, karena Tuhan sendiri yang akan memungkinkan hal-hal tersebut terjadi.
Pertama-tama hasrat untuk menjadi seorang tamu pembicara dan'Motivational Speaker' bertaraf antarbangsa sudah mulai dipenuhioleh Tuhan. Awal tahun 2005 ia sudah mendapat undangan untuk memberikan penyajian-penyajian di Afrika Selatan, yang disusul oleh kunjungan 'tour' ke kota-kota di Amerika Serikat sepanjang pertengahan tahun 2005, untuk berkhotbah sambil membagikan kesaksian dan pengalaman hidupnya.
Puncak dari perjalanan tersebut adalah undangan yang sudah diterima olehnya dari program radio kristiani di sana: 'Focus on theFamily' untuk mengisi acara wawancara dengan Dr James Dobson, pemuka Kristen yang amat dikagumi dan dihormati olehnya. Menurut Nick, undangan Dr James Dobson adalah salah satu 'highlight' dari perjalanannya mengelilingi kota-kota di benua yang besar tersebut. Angan-angan raksasa lainnya juga sudah mulai dikabulkan oleh Tuhan. Sekarang Nick sudah memiliki rumah sendiri di kota Brisbane, dan sedang memulai investasinya untuk membeli 'property' yang kedua.
Tuhan tidak hanya mengungkapkan dan memberikan apa yang diharapkannya, tetapi hal-hal lain yang tidak terduga oleh Nick sebelumnya juga dikaruniakan kepadanya. Banyak orang-orang yang dikirimkan olehTuhan untuk membantu melaksanakan 'purpose' kehidupan yang harus dicapai Nick untuk kemuliaan Nama-Nya.
Amin!'PERGILAH, BERDIRILAH DI BAIT ALLAH DAN BERITAKANLAH SELURUH FIRMAN HIDUP ITU KEPADA ORANG BANYAK' (KIS 5 : 20)
  | halo, salam kenal =D wah ini bagus banget ya ceritanya, ini inspirasi banget lo thanx a lot aku izin pake link-nya u di e-mail ke temenku boleh
|
 | hula juga.. sok atuh.. silahken.. ^_^ |
|